Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta perbankan menurunkan suku bunga acuannya untuk pembiayaan yang ditujukan bagi para nelayan.

Susi mengatakan, saat ini gairah para nelayan untuk mengoptimalkan daya tangkap ikannya mengalami peningkatan. Maka dari itu, semangat yang dimiliki para nelayan harus juga dibarengi dengan kecukupan pembiayaan.

“Suku bunga turunkan supaya nelayan bisa lebih optimal membeli peralatan tangkap ikan yang baru,” ujar Susi usai meresmikan empat kapal pengawas di Dermaga KOLINLAMIL, Jakarta Jumat (8/4/2016).

Berdasarkan catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pertumbuhan PDB sektor perikanan tahun 2015 merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Pertumbuhan PDB salah satunya menunjukkan bahwa jumlah ikan yang ditangkap nelayan dan perusahaan perikanan meningkat dari sebelumnya. “Hasil tangakapan ikan nelayan sudah mengalami peningkatan,” imbuh Susi.

Menurut Susi, kesejahteraan nelayan terindikasi dari nilai tukar nelayan yang sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2015.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata nilai tukar nelayan pada tahun 2015 sebesar 105,8, naik 2,75 persen dibandingkan rata-rata tahun 2014 yang sebesar 102,97.

“Nelayan makin sejahtera jika nilai tukarnya semakin besar,” jelasnya.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu, Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan BI atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7 persen.

Diharapkan, dengan penurunan BI Rate geliat masyarakat untuk memutuskan mengambil kredit lebih besar.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/04/08/131800326/Menteri.Susi.Turunkan.Suku.Bunga.Kredit.untuk.Nelayan