Insiden kapal nelayan Tiongkok, Kway Fey dengan kapal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Natuna, berakhir dengan pengiriman nota protes ke Tiongkok oleh Kemenlu Indonesia pada hari Senin (23/3).

Namun, ternyata tidak hanya Indonesia yang memiliki masalah dengan bagaimana cara Tiongkok melindungi kapal nelayannya yang masuk ke wilayah negara lain. Pada hari Senin (21/3) kemarin, di tengah pertemuan pemerintahan Malaysia dan Australia, Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein menyebutkan negara-negara ASEAN harus saling membantu dalam menghadapi gangguan dari  negara “superpower” apakah itu Tiongkok atau Amerika Serikat

“Jika laporan yang menyebutkan Tiongkok sedang melakukan militerisasi di Laut CIna Selatan betul, kita harus lawan balik,” tegas Hishamuddin.

“Kami membutuhkan dukungan negara lain untuk memelihara keseimbangan dan menghalangi tindakan negara superpower seperti AS dan Tiongkok,” imbuh Hishammuddin.

Sementara itu, Vietnam yang memperingati peringatan 28 tahun penembakan kapal Vietnam oleh Tiongkok di Laut China Selatan pada Senin (14/3) melalui demonstrasi. Demo tersebut dilakukan oleh 150 orang dan beberapa di antara mereka sempat ditahan oleh pihak Tiongkok ketika insiden penembakan itu terjadi.

Sebelumnya, pada Januari 2016 lalu, pemerintah Vietnam melalui Kementerian Luar Negeri menuntut Tiongkok memindahkan pengeboran minyak mereka yang berada di wilayah kedaulatan Vietnam. Haiyang Shiyou 981, nama pengeboran minyak tersebut, berlokasi di dekat Paracel Island yang disengketakan antara Tiongkok dan Vietnam.

Seperti diketahui, Kapal Hiu 11 milik Ditjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan sedang patroli di perairan Natuna,  Kepulauan Riau. Di sana, mereka memergoki kapal Tiongkok, Kway Fey 10078, di perairan Natuna, tepatnya di koordinat 05 05,866’N. 109 07,046’E pada jarak 2,7 mil halauan 67, masuk zona ekonomi ekslusif Indonesia. Menurut Susi, itu adalah teritori Indonesia

“Kejadiannya di batas masuk tapi sudah di ZEE, mau melewati batas masuk ditabrak (kapal patroli China), supaya tidak bisa ditarik,” jelas Susi.

Sumber: http://www.jitunews.com/read/33833/malaysia-serukan-negara-negara-asean-bersatu-lawan-tiongkok