Kementerian Kelautan Pertanian (KKP) menargetkan ikan cakalang asap harus mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga siap menghadapi persaingan dalam pasar bebas ASEAN.

“Kami akan siap melakukan serangkaian uji sehingga produk Sulut yang paling laris yakni cakalang asap (fufu) bisa ber-SNI dan siap dipasarkan di pasar bebas ASEAN,” kata Kasubdit Peningkatan Utilitas KKP RI Simson Masengi dalam Fokus Grup Diskusi (FGD) peningkatan daya saing sektor perikanan Sulut dalam rangka implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Manado, Selasa (22/3).

Simson mengatakan untuk meningkatkan daya saing produk perikanan Sulut maupun secara nasional harus memiliki standar dan mampu diterima oleh negara lain.

“Selain itu, SNI ini akan mampu menangkal produk dari negara lain yang akan masuk ke Indonesia harus memiliki standar yang sama,” jelasnya.

Dia menjelaskan memang tantangan saat ini yakni masih rendahnya daya saing termasuk mutu dan keamanan produk perikanan dan tingkat pendapatan pelaku usaha perikanan.

Kesulitannya pelaku usaha perikanan mendapatkan Penandaan SNI oleh LS-Pro, sehingga KKP akan berusaha untuk memfasilitasinya, namun harus ada permintaan dari kabupaten dan kota.

Dan, katanya, masih kurangnya infrastruktur yang memadai, serta kurangnya nilai tambah produk kelautan dan perikanan.

Dia menjelaskan, kunci untuk menjadi pemenang dalam MEA yakni memperhatikan kontinuitas dan kualitas produksi, konsistensi memenuhi syarat pasar, fisiensi usaha dan biaya logistik dan transportasi, soliditas kerjasama pemerintah, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya.

Sehingga, katanya, KKP terus menigkatkan dan melakukan penguatan terhadap sektor perikanan karena dinilai memiliki potensi yang cukup tinggi serta mampu meningkatkan perekonomian daerah.

Sumber: http://regional.kontan.co.id/news/kkp-targetkan-cakalang-asap-miliki-sni