inas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali menargetkan volume ekspor hasil perikanan selama 2016 ini mencapai 36.362 ton atau naik sekitar 9 % dari realisasi ekspor 2015 lalu yang mencapai 33.238,27 ton.

Berdasarkan catatan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, volume ekspor hasil perikanan selama 2015 mengalami penurunan 15,21% dibandingkan dengan realisasi ekspor 2014 yang mencapai 39.198,64 ton. Sedangkan dari sisi nilainya, mengalami penurunan 0,98%, dari US$ 136,17 juta selama 2014 turun menjadi US$134,83 juta pada 2015.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Made Gunaja mengatakan, kenaikan target yang dirasa cukup sedikit tersebut karena bergantung pada pasokan ikan di Bali.

“Karena ini produk dari laut, kami tidak bisa memprediksi pergerakkan ikan itu bagaimana dengan daerah jelajahnya, sangat jauh sekali. Selain itu, dari sisi produksi tahun lalu ada beberapa perubahan kebijakan dari pusat yang membuat kami menentukan angka pertumbuhan berdasarkan rata-rata”, jelasnya di Denpasar, Senin (21/3).

Pihaknya menjelaskan, pada Januari 2016 saja volume ekspor hasil perikanan Bali pun mengalami penurunan 38,06 persen dari 3.028,78 ton, pada Januari 2015 turun menjadi 1.876, 18 ton.

Sedangkan dari sisi nilainya justru mengalami peningkatan 63,82 persen, dari USD 12,56 juta pada Januari 2015, dan meningkat menjadi USD 20,57 juta pada Januari 2016.

Sumber: http://kkpnews.kkp.go.id/index.php/ekspor-tuna-bali-ditargetkan-naik-9-persen/