Pasca berlakunya perdagangan bebas di kawasan Asean, atau lebih dikenal dengan Masyakarat Ekonomi Asean (MEA) 2015. UMKM Gresik diberi label sertifikasi mutu.

Selain diberi label, agar UMKM tidak gulung tikar pelaku usahanya juga diberi pelatihan. Hal ini seperti yang dialami Nur Komari (32), pelaku UMKM asal Desa Tanjungawan, Kecamatan Ujungpangkah yang ditawari Pemprov Jatim berpameran di Singapura.

Nur Komari yang memiliki usaha produk olahan berbahan dasar ikan laut merupakan salah satu UMKM dari 800 macam yang akan dipamerkan.

“Siapa yang tidak bangga diajak pameran di Singapura. Kendati dari sisi kemasan produksi saya ternyata masih terdapat banyak kekurangan. Salah satunya, belum adanya barcode merk yang terdaftar, serta sertifikat kesehatan dan sertifikat halal,” ujar Nur Komari, Senin (14/03/2016).

Meskipun masih ada kekurangan. Produk UMKM milik Nur Komari ternyata sudah memiliki pelanggan tersendiri. Bapak dua anak itu mengaku pemasaran produksinya sudah sampai ke Mataram (NTB), Bandung dan Jogjakarta. Dalam usahanya, Nur Komari mengaku dibantu oleh  3 orang tetangganya.

“Kalau banyak pesanan, kami meminta bantuan tenaga dari tetangga yang lain,” tuturnya.

Melihat kenyataan itu, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik memfasilitasi keinginan Nur Komari beserta 45 orang pelaku UMKM lain di Desa Tanjangawan Kecamatan Ujungpangkah.

Dengan menggandeng dari beberapa instansi yaitu Dinas Kesehatan, PJB Gresik, PT Kelola Mina Laut memberikan semacam pelatihan standarisasi mutu industri.

“Kami juga memfasilitasi untuk pengurusan berbagai perizinan,” ungkap  Kabid Perindustrian Dinas Koperasi Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik, Ilmul Yaqien.

Sumber: http://beritajatim.com/ekonomi/261914/imbas_mea,_umkm_gresik_diberi_label_sertifikasi.html#.Vuel6JyLTWI