Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Ambon, salah satu unit kerja Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) terus meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia Bagian Timur dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Pada 2016, BPPP Ambon melakukan uji kompetensi terhadap 4.000 masyarakat yang sudah dilatih untuk mendapatkan sertifikat keahlian di sektor kelautan dan perikanan. BPPP Ambon telah mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam melakukan sertifikasi.

BPPP Ambon juga menyelenggarakan beberapa program dan kegiatan, salah satunya Safari Pelatihan, yaitu pelatihan yang dilakukan di Kabupaten/Kota di lima provinsi. BPPP Ambon juga membina 27 Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) di lima provinsi tersebut. P2MKP ini melatih masyarakat sekitar di bidangnya masing-masing sehingga masyarakat di lima provinsi dapat mengunjungi P2MKP terdekat untuk melakukan pelatihan tanpa harus pergi jauh ke BPPP Ambon.

Tahun ini, BPPP Ambon mendapat amanah untuk membangun taman teknologi (techno park) di Ambon, Saumlaki, dan Merauke. Techno park tersebut merupakan bagian dari 24 techno parkyang akan dibangun KKP dan telah diluncurkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tahun lalu di Jakarta.

“Pemerintah Kota Ambon telah menghibahkan tanah seluas 3,2 hektare di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Eri untuk pembangunan techno park tersebut,” ujar Kepala BPPP Ambon, Mathius Tiku dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/2).

“Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan adaptasi teknologi serta menghasilkan tenaga kompeten dan wirausaha baru,” lanjut dia.

Melalui program dan kegiatan BPPP Ambon, Tiku berharap dapat meningkatkan kapasitas SDM Indonesia Bagian Timur di sektor kelautan dan perikanan sehingga dapat meningkatkan usaha, pendapatan, dan kesejahteraan mereka.

Sumber: http://kkpnews.kkp.go.id/index.php/hadapi-mea-kkp-tingkatkan-kapasitas-sdm-indonesia-bagian-timur/