MEDAN (medanbicara.com)-Sebanyak 90 pelaku usaha kecil menengah (UKM) dari berbagai cluster mengikuti nazar UKM kota Medan tahun 2017 yang berlangusung Hermes Place Jalan Monginsidi Medan, Senin (4/1).

Bazar yang berlangsung selama delapan hari dan dibuka langsung Wali Kota Medan Dzulmi Eldin bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada pelaku UKM memperomosikan produk usahanya masing-masing sekaligu sebagai wahana edukasi.

Dzulmi Eldin mengapresiasi digelarnya Bazar UKM, sebab UKM merupakan simbol ekonomi kerakyatan yang secara nyata mampu bertahan pada pasa krisis. Ditambah lagi produk UKM selalu berbasis kearifan lokal dan segudang pernak-pernik budaya Kota Medan yang multikultural.

Dia berharap, agar event ini menjadi pemanasan bagi para pelaku UKM di Kota Medan sebelum memasuki pasar bebas ASEAN. Untuk itulah, mereka diberi kesempatan memperkenalkan seluruh produk unggulannya.

“Saya berharap, produk unggulan para pelaku UKM di Kota Medan dapat bersaing dan berkompetisi dengan produk-produk unggulan dari negara ASEAN lainnya,” kata Wali Kota.

Dia menegaskan, pemko Medan berkomitmen penuh untuk memajukan UKM di Kota Medan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan membantu mempermudah permodalan, memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan serta ikut mempromosikan produk-produk unggulan UKM.

“Alhamdulillah berkat sinergitas dan kebersamaan yang kita bangun selama ini, Kota Medan mendapat penghargaan Natamukti 2017 dari International Councuil For Small Business (ICSB) Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas upaya memajukan UKM di Kota Medan. Penghargaan ini saya harapkan mampu menjadi motivasi dan inspirasi bagi kita semua guna memajukan UKM di Kota Medan,” harapnya.

Pembukaan Bazar UKM ini ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Wali Kota didampingi Ketua Dharma Wanita sekaligus Kedua Dekranasda Kota Medan, Rita Maharani Dzulmi Eldin serta Kadis Koperasi UKM Kota Medan Emilia Lubis.

Kepala Dinas Koperasi UKM Kota Medan Emilia Lubis dalam laporannya menjelaskan, bazar UKM ini diikuti 90 pelaku UKM yang ada di Kota Medan dari berbagai cluster seperti makanan ringan, handycraft, kulit, batik, limbah kain dan lukisan.

Selain memberikan kesempatan mempromosikan hasil produk UKM, tujuan bazar digelar untuk memberdayakan dan mengembangkan UKM selaku tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Selain itu, Emilia juga ingin event ini menjadi wahana interaksi dan kontak bisnis langsung dari para pengelola UKM, termasuk dengan para investor, buyers,penyedia teknologi dan kalangan lainnya di tingkat nasional guna meraih peluang bisnis.

“Melalui event ini, kita juga ingin memperkenalkan dan mempromosikan produk UKM kepada mayarakat guna meningkatkan perekonomian para pealku UKM,” jelas Emilia.

Ditambahkan Emilia lagi, pihaknya juga terus mendorong pemasaran melalui pasar modern, termasuk mendorong pelaku UKM untuk menggunakan E-Commerce seperti Lazada, Tokopedia dan Gojek untuk memasarkan seluruh produk-produk unggulannya. (eko fitri)

Sumber : https://medanbicara.com/medan/produk-ukm-medan-diharapkan-bisa-bersaing-di-pasar-bebas-asean