Perikanan tangkap telah masuk ke dalam Daftar Negatif Investasi (DNI) sejak 18 Mei 2016. Tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44 tahun 2016 tentang daftar bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal.

Melihat hal tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berharap para nelayan Indonesia tidak lagi menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan pembiayaan modal dari perbankan atau lembaga pembiayaan lainnya. Sebab, perbankan atau lembaga pembiayaan tersebut melihat masuknya sektor perikanan tangkap ke dalam DNI, sebagai suatu prospek baik lantaran semakin melimpahnya sumber daya ikan.

Dengan demikian, Sekretaris Jenderal (Sekjend) KKP Sjarief Widjaja mengatakan, masuknya perikanan tangkap ke dalam DNI tersebut otomatis memberi peluang kepada pelaku usaha lokal untuk mengembangkan usahanya. Apalagi, pemerintah telah memberikan bantuan kepada para nelayan dalam bentuk kapal.

“Ikan sekarang banyak, nelayan dibantu kapal. Nah, tentunya pembiayaan akan melihat sebagai suatu prospek. Makanya mereka akan membiayai dalam bentuk koperasi atau kelompok usaha nelayan,” ujarnya di Gedung Mina Bahari (GMB) III KKP, Jakarta, Senin (30/5/2016).

Dia menerangkan, dengan dukungan KKP, yakni melalui pemberian kapal, maka para nelayan menjadi lebih bankable dan mampu mengembalikan kredit perbankan.

“Setelah itu dengan dukungan KKP, mereka akan difasilitasi supaya bankable dan mengembalikan modalnya dari kredit itu tadi,” jelasnya.

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2016/05/30/320/1401328/perikanan-tangkap-masuk-dni-kkp-ini-momentum-untuk-nelayan