Kementerian Perindustrian mendorong diversifikasi produk industri olahan ikan lewat program pengembangan industri pangan fungsional berbasis perikanan pada 2015-2035. Salah satu produk unggulannya adalah minyak ikan.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan pengembangan teknologi pengolahan menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program penghiliran  industri pangan. Produk olahan ikan yang kini sudah dapat diproduksi di Indonesia a.l. ikan dalam kaleng, ikan beku, minyak ikan, tepung ikan dan pakan.

Dia mengatakan minyak ikan berpotensi besar. Namun, saat ini produsen minyak ikan di Indonesia baru mampu menghasilkan minyak ikan dengan kategori crude oil dan belum bisa memproduksi minyak ikan pangan (food grade).

“Dalam satu lini produksi tepung ikan juga dihasilkan minyak ikan. Seringkali minyak ikan ini dianggap sebagai hasil sampingan. Padahal apabila bisa diolah dengan benar, akan menghasilkan produk suplemen minyak ikan yang mempunyai nilai tambah sebesar 1000% dari bahan baku ikan segar,” katanya, Rabu (15/6/2016).

Saleh mengatakan, nilai ekspor produk ikan menunjukkan peningkatan tetapi masih relatif kecil dibandingkan total ekspor nonmigas, dimana baru mencapai 2,98% Sementara itu, industri pengolahan ikan di Indonesia terdiri dari 636 Usaha Pengolahan Ikan (UPI) skala besar dan 36.000 UPI skala kecil atau rumah tangga dengan teknologi sederhana.

“Salah satu industri pengolahan ikan yang cukup berkembang di Indonesia yaitu industri pengalengan ikan. Saat ini industrinya berjumlah 41 perusahaan, dengan jumlah pekerja 46.500 orang dan nilai investasi mencapai Rp1,91 triliun,” ungkapnya.

Kapasitas terpasang industri tersebut mencapai 630.000 ton dengan nilai produksi 315.000 ton pada 2015. Adapun utilisasi produksi hanya 50%. Pada 2015, nilai ekspor ikan dalam kaleng mencapai US$23 juta dengan nilai impornya sebesar US$1,9 juta.

Di samping itu, pemerintah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui  harmonisasi tarif bea masuk antara hulu dan hilir untuk produk hasil laut, serta meningkatkan nilai tambah hasil perikanan melalui pemberian bantuan pabrik es dan cooling unit untuk menambah umur simpan bahan baku segar.

Saleh Husin menjelaskan pada 2015-2019, kebijakan pengembangan industri pangan berbasis perikanan berfokus pada aneka produk olahan ikan, pengembangan teknologi pengolahan minyak ikan dan penyusunan standar minyak ikan.

Selanjutnya, pada 2020-2024 akan difokuskan pada pengembangan minyak ikan sebagai pangan fungsional dan pangan fungsional berbasis limbah industri pengolahan ikan (food grade).

“Sedangkan, pada 2025-2035 diharapkan industri pengolahan ikan telah menjadi bagian dari industri  pangan fungsional.”

Sumber:http://industri.bisnis.com/read/20160615/257/558135/kemenperin-dorong-industri-olahan-ikan-jadi-pangan-fungsional