Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) berencana akan melakukan pendampingan terhadap Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM). Kebijakan tersebut dilakukan terkait diterapkannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementrian Koperasi dan UKM Yuana Setyowati mengatakan, pendampingan diberikan dari beragam aspek. Mulai bimbingan, konsultasi, hingga advokasi yang dilakukan sendiri oleh lembaga pendamping. Selain itu, pihaknya juga menyediakan tenaga pendamping perorangan yang memiliki kapasitas dan kompetensi.

“Selama ini kan pendamping belum ada yang memiliki sertifikat, kami mulai tahun ini pendamping yang memiliki sertifikasi,” katanya kepada wartawan saat rapat koordinasi program restrukturisasi UKM dengan kepala dinas Koperasi dan UKM seluruh Indonesia di Sahid Rich Hotel Jogja, Rabu (16/3/2016).

Dia menjelaskan, saat ini terdapat 7.368 orang pendamping yang sudah terdaftar dan tersebar di berbagai daerah. Mereka melakukan pendampingan sesuai dengan program masing-masing kedeputian, seperti pendamping PLUT KUMKM, BDS (Business Development Services), pendamping SDM (Sumber Daya Manusia), dan pendamping kelembagaan. Khusus pendampingan PLUT KUMKM, lanjut Yuana, sebanyak 293 orang ditempatkan di 49 PLUT KUMKM.

Tahun ini, pihaknya akan melakukan seleksi kembali para pendamping pada Juni mendatang. Pendamping yang lama juga diwajibkan mendaftar ulang. Jika mereka dinilai layak, mereka bisa menjadi pendamping lagi.

“Saat ini terdapat 42 PLUT dan direncanakan tahun ini kami menambah tujuh PLUT lagi pada Mei mendatang. Hingga tahun 2019, pemerintah pun menargetkan terdapat 265 PLUT untuk meningkatkan layanan bagi pengembangan usaha KUMKM di berbagai daerah,” tuturnya.

Terkait implementasi MEA, Yuana mengaku memberikan pendampingan bagi UKM yang terkena dampak globalisasi dengan merekrut 100 orang pendamping. Ada enam provinsi sentra meliputi Jawa Barat, Kepulauan Riau, DIY, Kalimantan Barat, Bali, dan Makassar.

Sementara, Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM DIY Sultoni Nurifai mengatakan, kinerja PLUT DIY akan ditingkatkan.

“Peran PLUT DIY termasuk bagus. Banyak melakukan eksport dan transaksi online. Kami termasuk yang paling maju. Website untuk informasi PLUT DIY paling rajin di update,” kata Sultoni.

Dijelaskan dia, standarisasi dan sertifikasi di era MEA perlu ditingkatkan. Pihaknya akan memperbanyak kegiatan diklat. “Untuk sertifikasi kami tidak hanya membuatkan, tetapi juga mendanainya. Semua standarisasi semua kami lakukan agar mampu bersaing dalam MEA,” ujarnya.

Sumber: http://www.harianjogja.com/baca/2016/03/18/masyarakat-ekonomi-asean-ribuan-petugas-akan-disebar-dampingi-umkm-701969